Hening risauku didekap gelisah
Semenjak lembayung senja mulai merebah
Purnama ke sebelas beranjak membisu;
pada raga yang jatuh pada pelukmu
Sedang aku perlahan melepas bias wajah
yang sirna pada seuntai kisah
Semenjak itu, pada malam kedua belas, t'lah kugali tanah gersang depan beranda
Untuk mengubur segala rentet aksara yang kurangkai untukmu
Selepas itu, kelak di atasnya akan kubangun megah istana mewah
untuk kuistirahatkan kenangan kita.
Semenjak lembayung senja mulai merebah
Purnama ke sebelas beranjak membisu;
pada raga yang jatuh pada pelukmu
Sedang aku perlahan melepas bias wajah
yang sirna pada seuntai kisah
Semenjak itu, pada malam kedua belas, t'lah kugali tanah gersang depan beranda
Untuk mengubur segala rentet aksara yang kurangkai untukmu
Selepas itu, kelak di atasnya akan kubangun megah istana mewah
untuk kuistirahatkan kenangan kita.
Yogyakarta, 30 Juni 2018
Umniyah S. Fathin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar