Selasa, 28 Agustus 2018

Pemilik Rindu

Dia rinduku
Ketika burung hinggap dalam kenang
Mencicit resah dihembus gundah
kepak sayap iramakan lagu sendu
Iringi jiwaku yang tergugu meluruh pilu
Sepiku laksana hujan; sebab ia tahu cara menyembunyikan kehilangan
Lantas, malam menertawaiku dalam kelam
Seolah ia berujar; "Kau sembunyikan kesedihan dibalik tawa renyah. Usah kau berdusta memang, agar ia tak lihat kau tersedu."
Lalu, bolehkah aku jawab, "Adakah rindu adalah sebuah penghinaan apabila aku utarakan?"
Dia rinduku,
       Semenjak ia berlalu, meninggalkan bentuk luka yang lebih dari bayanganmu.



Yogyakarta, 25 Juni 2018
Umniyah S. Fathin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar